Rabu, 06 September 2017

Perekonomian Indonesia


Wajah Perekonomian Indonesia

           
           
            Gila gak brur kali ini gua bakal bahas Wajah Perekonomian Indonesia, kurang berat apa coba buat di posting di blogspot mahasiswa yang bikin proposal buat skripsi aja belum. Kita bakal bikin fun aja bos tapi masih di sisipin beberapa teori yang insyaallah gak imajiner, ya walaupun bakal banyak opini gua di dalamnya. Jadi kalau ada yang salah langsung di kritik aja brur, kan demi Negara kite juga. Gua juga bingung juga bakal bahas dari mana ni brur tapi di paragraph ke 2 bakal gua kasih sedikit fakta-fakta sebenernya ekonomi Indonesia itu pake paham apa dan arahnya mau kemana.
            Banyak yang bilang kalau ekonomi di zaman pak Jokowi ini beraliran sosialisme, hmm apa bener ni brur? Coba kita kasih sedikit penjelasan. Semua pembaca pasti kenal ibu Sri Mulyani kan ? pasti kenal lah gila aja gak kenal si super women asli indo yang jadi Direktur Pelaksana Bank Dunia. Sekarang beliau jadi Mentri Keuangan mengantikan pak de Bambang Brodjonegoro, dan mulai menjabat sejak 27 juli 2016. Kita semua pada paham lah kalau muka perekonomian banyak kurang terpengaruh kebijakan atau saran dari mentri ekonominya. Mari kita unboxing dulu brur apa-apa aja yang di lakukan buk Sri Mulyani selama menjabat di era pak Jokowi.
            Kalau gua lihat sih Wajah Perekonomian Indonesia banyak di dominasi oleh sektor moneter, apa lagi buk Sri emang sangat jago prihal itu. Kalau bisa di lihat emang akhir-akhir ini kegiatan Indonesia banyak berkutik dengan finansial sektor. Apa buktinya kalau ekonomi kita lebih bergerak di sektor moneter dan fiskal di banding dengan ekonomi pasar seperti liberal ? atau seperti sosialis ? gua bakal kasih sedikit bukti buktinya brur.
            Coba cek tingkat inflasi Indonesia tahun ini di web Bank Indonesia sekarang, kita bakal di kasih data bahwa tingkat inflasi kita stabil, bahkan tahun kemarin cenderung deflasi dari target inflasi yang di targetkan oleh BI. Bisa di bilang buk Sri Muliani memang jago di bidang moneter ya walaupun inflasi tak hanya bicara tentang prihal moneter, masih banyak hal lain seperti kelangkaan, kondisi alam dll. Namun di lihat dari kondisi dari 2016-2017 ini kondisi alam stabil, ya walau kemarin terkena dampak sehinnga harga cabai melambung tetapi nyatanya tak berdampak siknifikan terhadap inflasi nasional hingga akhir tahun.
            Kenpa gua bilang lagi ekonomi kita bukan berpaham sosialis yang banyang orang tuduh ke pak jokowi, gua kasih lagi bukti simplenya. Kita pada tahu kan kalau banyak subsidi yang di caabut di zaman ini, dari listrik sampe mau cabut subsidi bbm. Walaupun kalau subsidi bahan bakar bensin gak di cabut tapi sekarang susah juga nyari tu BBM di kota-kota. Terbukti dong kalau kita bukan sosialis kan paham dari pak Karl Max selalu pro subsidi ke rakyat dengan resiko semua di atur oleh pemerintah.

            Segini aja dulu tulisanya masih belajar buat nulis maklum belum pernah nulis. Komen aja kalau ada yang salah, namanya juga pemula pasti banyak salah. Sampe ketemu di tulisan berikutnya, insyallah lebih berbobot dan bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar