Wajah
Perekonomian Indonesia
Gila gak brur kali ini gua bakal
bahas Wajah Perekonomian Indonesia, kurang berat apa coba buat di posting di
blogspot mahasiswa yang bikin proposal buat skripsi aja belum. Kita bakal bikin
fun aja bos tapi masih di sisipin beberapa teori yang insyaallah gak imajiner,
ya walaupun bakal banyak opini gua di dalamnya. Jadi kalau ada yang salah
langsung di kritik aja brur, kan demi Negara kite juga. Gua juga bingung juga
bakal bahas dari mana ni brur tapi di paragraph ke 2 bakal gua kasih sedikit
fakta-fakta sebenernya ekonomi Indonesia itu pake paham apa dan arahnya mau
kemana.
Banyak yang bilang kalau ekonomi di
zaman pak Jokowi ini beraliran sosialisme, hmm apa bener ni brur? Coba kita
kasih sedikit penjelasan. Semua pembaca pasti kenal ibu Sri Mulyani kan ? pasti
kenal lah gila aja gak kenal si super women asli indo yang jadi Direktur
Pelaksana Bank Dunia. Sekarang beliau jadi Mentri Keuangan mengantikan pak de
Bambang Brodjonegoro, dan mulai menjabat sejak 27 juli 2016. Kita semua pada
paham lah kalau muka perekonomian banyak kurang terpengaruh kebijakan atau
saran dari mentri ekonominya. Mari kita unboxing dulu brur apa-apa aja yang di
lakukan buk Sri Mulyani selama menjabat di era pak Jokowi.
Kalau gua lihat sih Wajah
Perekonomian Indonesia banyak di dominasi oleh sektor moneter, apa lagi buk Sri
emang sangat jago prihal itu. Kalau bisa di lihat emang akhir-akhir ini
kegiatan Indonesia banyak berkutik dengan finansial sektor. Apa buktinya kalau
ekonomi kita lebih bergerak di sektor moneter dan fiskal di banding dengan
ekonomi pasar seperti liberal ? atau seperti sosialis ? gua bakal kasih sedikit
bukti buktinya brur.
Coba cek tingkat inflasi Indonesia
tahun ini di web Bank Indonesia sekarang, kita bakal di kasih data bahwa
tingkat inflasi kita stabil, bahkan tahun kemarin cenderung deflasi dari target
inflasi yang di targetkan oleh BI. Bisa di bilang buk Sri Muliani memang jago
di bidang moneter ya walaupun inflasi tak hanya bicara tentang prihal moneter,
masih banyak hal lain seperti kelangkaan, kondisi alam dll. Namun di lihat dari
kondisi dari 2016-2017 ini kondisi alam stabil, ya walau kemarin terkena dampak
sehinnga harga cabai melambung tetapi nyatanya tak berdampak siknifikan
terhadap inflasi nasional hingga akhir tahun.
Kenpa gua bilang lagi ekonomi kita bukan
berpaham sosialis yang banyang orang tuduh ke pak jokowi, gua kasih lagi bukti
simplenya. Kita pada tahu kan kalau banyak subsidi yang di caabut di zaman ini,
dari listrik sampe mau cabut subsidi bbm. Walaupun kalau subsidi bahan bakar
bensin gak di cabut tapi sekarang susah juga nyari tu BBM di kota-kota.
Terbukti dong kalau kita bukan sosialis kan paham dari pak Karl Max selalu pro
subsidi ke rakyat dengan resiko semua di atur oleh pemerintah.
Segini aja dulu tulisanya masih
belajar buat nulis maklum belum pernah nulis. Komen aja kalau ada yang salah,
namanya juga pemula pasti banyak salah. Sampe ketemu di tulisan berikutnya,
insyallah lebih berbobot dan bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar