Kamis, 21 Desember 2017




Ekonomi Islam Dimata Masyarakat


            Assalamualaikum brur udah lama gak ketemu lagi di postingan gua. Mau ngasih tau aja kemarin gua bareng kelompok gua habis ada tugas buat wawancara dan survey mengenai ekonomi islam di masyarakat. Jadi gua bareng kelompok gua pergi ke salah satu taman di kota malang. Ada hal yang menarik dari tugas ini brur, gua pikir tugas beginian harus sering-sering di lakuin tapi ya jangan sepi-sepi orang dan harus di lakuin dengan adanya control langsung dari pihak yang lebih professional. Alasan gua kenapa bilang gitu, gua berfikir dari prespektif masyarakat, mereka lebih tertarik dengan hal-hal yang ramai dan menarik perhatian. Kalau survey Cuma 3 orang saya pikir kurang efektif dan menarik. Hal yang pertama yang membuat gua bilang gitu karna emang masyarakat Indonesia gak suka di kepoin tapi suka kepo. Kebukti banget kemarin kami banyak di tolak sana sini kan sakit wkwkw. Kalau di laksanakan bareng-bareng dan terorginir kan lebih enak kayak pas saya sosialisasi bareng KSEI saya di kampus. kalau gak tau KSEI itu apa ya googling toh bro masak tu kuota habis buat game aja.
            Alasan diatas sebagai saran aja buat kedepanya agar sebuah langkah sosialisasi yang diambil dapat berdampak langsung ke masyarakat, kalau perlu sih sekalian di buatin ATM di tempat wkwkw saran aja. Lansung aja ni brur kea pa aja si yang kami lakuin di taman untuk mewawancarai dengan maksud menanamkan ekonomi islam. Pertama alasan kami datang ke taman dekat pasar di daerah malang tepatnya di taman Merjosari kota Malang, karna kami pikir daerah tersebut lebih banyak dikunjungi oleh masyarakat menengah yang sedang refresing atau hanya duduk-duduk. Dugaan tim gua bener brur disana jarang dijumpai kalangan menengah ke atas yang sedang menikmati taman, kebanyakan didominasi oleh masyarakat sekitar taman yang masih termasuk masyarakat pinggiran kota.
            Langsung ke bagaimana proses kami ke daerah tersebut, kami datang sekitar jam 9 pagi disana disaat kondisi tidak begitu ramai hanya keluarga keluarga kecil yang menghabiskan matahari pagi bersama. Hadeh kenapa jadi kayak novel, ini buka gaya penulisan gua. Jadi langsung aja brur dengan kondisi dikejar waktu karna harus mengedit dan sebagainya jadi kami langsung nyari siapa aja yang kayaknya bisa dan mau di wawancarai. Namanya pake sample ngacak ya gini hasilnya sering di tolak dengan alasan-alasan, ada yang berhijab diri dan tak mau di video,kakek-kakek sok cool sampe ke ibu-ibu yang takut kalau di hipnotis. Anjay santai aja buk masih bukan tanggal tua uang bulanan kami masih cukup buat beli lalapan 10.000-an di malang.
            Alhasil gua sama kelompok gua ketemu sama keluarga sakinah mawadah warohmah yang lagi asik nyantai di gazebo pinggir pasar eh pingir taman , soalnya pasarnya di gusur buat perut kapitalis. Santai bos gua gak bakal bahas pengusuran pasar soalnya bakal buanyak banget ini tulisan kalau bahas itu. Kalau penasaran ya banyakin diskusi jangan banyakin nonton korea. Hadeh jadi ngelantur kan, oke balik lagi ke keluarga kecil tadi, kenapa kecil ya anaknya Cuma ada 2, pokoknya keluarga KB banget dah. Niatnya mau wawancara tentang pemahaman ekonomi islam tapi gua yang jadi tukang juru video malah fokus ke anaknya yang  ya Allah imut kapan gua punya beginian wkwkw.
            Orang kedua yang kami temuai agak sedikit berbeda, sama-sama lagi bawa anak tapi dia lagi sendiri katanya lagi nunggu suaminya. Nah yang satu ini anaknya lebih mengemesin lagi soalnya masih 10 bulan beh imut sadis. Oke langsung aja masuk ke obrolan pendek kami dengan kedua narasumber kami ini brur. Narasumber pertama lebih menikmati obrolan kami dengan santai dan mendengarkan dengan baik. Kami menanyakan apakah menegrti tentang Ekonomi Islam secara umum. Beliau menjawab saya tau “ ekonomi islam itu yang melarang riba kan”, ya bener sih emang itu yang sering dikeahui masyarakat kebanyakan bahwa ekonomi islam ya anti riba selesai di situ. Ini menjadi pekerjaan rumah besar termasuk bagi gua seorang mahasiswa ekonomi islam untuk menyadarkan bahawa riba hanya bagian kecil dari pokok ekonomi islam. Kalau menurut gua sih inti dari ekonomi islam adalah keadilan, keadilan di seluruh aspek ekonomi dari sebuah pola pikir kejujuran dalam ber ekonomi.
            Lanjut kami bertanya apakah ibuk sudah memakai bank islam ? beliau menjawab “ saya masih belum memakainya “ jelas saya berfikir karna bank islam terkesan seperti bank konvesisonal karna kebanyakan otak para pelakunya ya tetep Uang, sehingga akad-akad terkesan di permainkan. Masalah terbesar di masyarakat adalah adanya paradikma dan berharap bahwa dengan adanya bank islam maka akan lebih murah nah ini yang keliru. Ekonomi islam mengajarkan tentang keadilan bukan keuntungan melimpah, ini yang perlu di garis bawahi. Kemudian kami bertanya mengenai apakah akan mengunakan bank islam kedepanya, sang ibu hanya tersenyum dan mengiyakan namun tidak saat ini.
            Narasumber kedua kami sedikit berbeda dengan narasumber pertama, yang sau ini sedikit cuek dan gak ada interaksi yang menarik sama sekali. Agak kesel sih brur ya gimana coba orang lagi di ajak ngobrol jawabnya Cuma iya sama engga aja, sama sekali kali jawab tidak tau hadeh kan kampret. Intinya sama mereka tidak mengenal ekonomi islam atau hanya mengerti sebatas riba saja. Pembahasan dengan naasumber kedua tidak berjalan lama ya karna tidak ada feedback dari narasumber dan terkesan ingin segara mengakhiri diskusi kami.
            Pendapat saya dari wawancara ini walaupun hanya dua sample tetapi gua ngelihat nih ada hal-hal yang menarik disini brur. Sesuatu yang menarik disini adalah kondisi dimana masyarakat di Indonesia lebih menyukai hal-hal yang membuat kenyamanan sehingga sulit memilih bank islam secara khusus. Jelas lah brur lihat brapa jumlah atm dan bank islam di kota malang, bisa di hitung dengan jari kita disbanding dengan bank konvensional. Kemudian ada indikasi disini sangat minimnya sosialisasi dan pemahaman di masyarakat tentang ekonomi islam, ya kayak umat islam di Indonesia hanya paham tentang ibadah saja tidak muamalah. Jelas kan saat kita sd sampai SMA mana ada pemahaman pelajaran agama tentang ekonomi dan muamalah islam, paling mentok dengan sejarah nabi.
            Kondisi ini menjadi sebuah semangat dan sentilan bagi kita semua yang paham dan wajib untuk menyadarkan seluruh umat, ya gak usah umat lah minimal ortu lo di rumah aja deh sama saudara deket. Semangat ber ekonomi islam boos. Yakin usaha sampai semua akan ada hasilnya.